Rabu, 25 April 2012

Etika dalam berbicara

berbicara bukan hal yang asing lagi bagi kita karena berbicara sudah merupakan kebiasaan kita setiap harinya tapi ada baiknya dalam berbicara menjaga sopan santun baik berbicara ketika bercanda maupun berbicara ketika serius.
etika berbicara dalam lingkup bercanda :
* ada baiknya ketika bercanda terhadap orang yang lebih tua dari kita tidak ada kalimat yang mengandung unsur tidak sopan misalnya memakai kata loe atau gue terhadap orang yang lebih tua dari kita.
* ketika bercanda tidak ada unsur menyinggung perasaan orang lain.
* tidak menyebut nama Tuhan dengan sembarangan ketika bercanda.
* berbicara dan bercanda dengan sopan tanpa menggunakan kata-kata atau kalimat yang tidak baik .

etika berbicara ketika serius :
* tidak bercanda ketika orang lain sedang berbicara serius karena kemungkinan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat memicu pertengkaran.
* ada baiknya menggunakan kata saya atau anda terhadap orang yang lebih tua dari kita maupun pada saat rapat atau ketika dalam pembicaraan yang sedang serius.
* menggunakan kata-kata atau kalimat yang sopan tidak mengandung unsur mencaci maki .
* ketika berbicara dalam hal serius tidak kebawa emosi.

Wewenang dalam bidang kepengurusan kelas

Disini saya akan membahas sedikit tentang tugas, wewenang, dan etika dalam sutau kepengurusan kelas khususnya bagian sekretaris kelas.
tugas sekretaris di dalam kelas adalah :
•Mendata siswa yang hadir setiap hari masuk sekolah
•Mencatat setiap keterangan siswa yang tidak masuk sekolah baik itu keterangan sakit ataupun ijin maupun siswa yang tidak masuk tanpa surat keterangan.
•Mencatat materi di papan tulis bila ada materi tambahan dari guru .
•Menyimpan dan menjaga surat keterangan siswa yang tidak masuk sekolah.
•Menjaga dan menyimpan data absen siswa .

Wewenang sekretaris di dalam kelas :
•Member laporan kepada wali kelas tentang siswa yang sering absen.
•Membawa pulang buku absen demi keamanan buku absen.
•Tidak member ijin terhadap siswa lain atau teman untuk menitip absen .

Etika dari sekretaris dalam kelas :
•Tidak curang dalam absen, misalnya membuat diri sendiri hadir dalam absen padahal absen .
•Dapat menjaga rahasia data siswa .
•Mendata siswa dengan kejujuran .
•Sopan dalam member laporan data absen terhadap wali kelas.
•Mencatat materi tambahan dari dosen kalau ada dengan iklhas tanpa bersungut-sungut.

Minggu, 01 April 2012

pengalaman pertama kerja

Pengalaman pertama kerja

Ini pengalaman pertama kerja kakak ipar saya, dia bekerja dibagian accounting
pertama kali kerja pasti ngerasain deg-degan dan masih merasa gugup karena belum punya pengalaman kerja sama sekali ditambah pertama kali kerja harus bekerja sendiri tanpa bantuan siapapun karena pegawai yang diposisi tersebut sudah keluar dari perusahaan tersebut sebelum kakak ipar saya masuk kerja.
akhirnya dengan bekal ilmu yang dia punya dia bekerja sebisa dia mungkin dan jika masih bingung akan pekerjaannya, dia meminta bimbingan dari atasanya selain meminta bimbingan dari atasan , kakak ipar saya juga melihat hasil kerja pegawai yang sebelumnya atau backupan laporan-laporan yang sudah ada sebelumnya sebagai pembelajaran sendiri bagi dia untuk semakin memantapkan cara kinerjanya dia di perusahaan tersebut .

karena masih pertama kali kerja dan belum berpengalaman dibidang tersebut ditambah lagi pegawai yang sebelumnya sudah keluar sehingga tidak ada yang mengajari, terkadang membuat dia mengalami kesulitan dan kesalahan dalam membuat laporan sehingga dia ditegur oleh atasannya karena laporan yang dia berikan ada yang salah dimana nantinya dapat merugikan perusahaan, Puji Tuhan kakak ipar saya hanya ditegur dan tidak dipecat oleh atasanya .
kakak ipar saya diberi waktu masa percobaan atau lebih sering kita kenal dengan kata training selama tiga bulan (3 bulan ), selama training cara kinerja , kedisiplinan, kerajinan diperhatikan dan dinilai. Jika kinerjanya bagus dan disiplin maka diterima sebagai pegawai diposisi tersebut dan kontrak diperpanjang tapi jika cara kinerjanya tidak bagus maka kontrak tidak diperpanjang. Selama masih training keselamatan kerja tidak ditanggung oleh perusahaan dimana kakak ipar saya bekerja tetapi jika masa training selesai dan dikontrak maka keselamatan kerja akan ditanggung oleh perusahaan tersebut. Puji Tuhan sampai sekarang kakak ipar saya masih bekerja di perusahaan tersebut .

Rabu, 26 Oktober 2011

Elektronic Learning

1.ABSTRAKSI

Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung dan pembelajaran dapat dilakukan tanpa adanya tatap muka antara guru dengan murid atau antara dosen dengan mahasiswa. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.

2.LATAR BELAKANG

Ilmu komputer bukanlah hal yang asing lagi bagi kalangan dunia komputerisasi, terutama di dalam bidang pendidikan. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi seperti hadware, software, dan komunikasi data. Khusus di bidang pendidikan penggunaan informasi dapat membantu kelancaran di dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran. Metode belajar yang baik dapat mempengaruhi pola pikir peserta didik khususnya mahasiswa. Contoh nyatanya adalah rasa keinginan untuk proses pembelajarannya akan timbul jika sistem pembelajaran tidak membosankan. Sampai sekarang media yang sering digunakan dan masih tetap dipergunakan adalah buku dan pengajaran dari dosen. Selain itu masalah lain bagi mahasiswa yaitu proses belajar mengajar di kelas yang terbatas hanya 1 jam per SKS, hal ini membuat peserta didik kurang memahami materi yang disampaikan terutama bagi yang terlambat mengikuti perkuliahan. Untuk mengatasi hal ini dapat dimanfaatkan teknologi lain seperti memanfaatkan akses internet seperti pembelajaran melalui E-learning, dengan E-learning ini dapat membuat minat belajar mahasiswa menjadi terpacu karena mahasiswa dapat mengakses mata kuliah yang diinginkan kapan saja.

3. TINJAUAN PUSTAKA

3.1 sejarah perkembangan e-learning
Pembelajaran elektronik atau E-pembelajaran pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa seperti dibawah ini :

•Tahun 1990 : Era Computer-Based Training (CBT) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1.

•Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat maka sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.

•Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE .

•Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun untuk administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

3.2 Komponen E-Learning
Secara garis besarnya, komponen E-Learning dibagi kedalam tiga bagian, antara lain :

a. E-learning System(sistem)

E-learning system adalah suatu system atau cara yang digunakan dalam mengatur bagaimana memanajement kelas, pembuatan materi atau isi, forum diskusi, sistem ujian online, sistem penilaian atau raport dari hasil proses pembelajaran dan semua yang berhubungan dengan proses belajar mengajar yang biasa dilakukan di dalam kelas. Kegiatan seperti itulah biasanya disebut dengan Learning Management System(LMS).

b. E-learning Content (isi)

E-learning conten merupakan isi atau penjelasan dari learning management system. Isi dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk konten berbentuk multimedia interaktif atau konten teks seperti buku atau modul yang biasa di dapatkan di proses belajar mengajar.

c. E-Learning infrastructure (Peralatan)

Peralatan atau infrastruktur E-Learning dapat berupa personal komputer, jaringan komputer dan perlengkapan multimedia dan bahkan bisa menggunakan mobile serta teleconference.
Ketiga komponen E-Learning ini tidak akan lepas kegunaannya. Semua saling berkesinambungan dalam pelaksanaannya. LMS merupakan komponen besar dalam kelangsungan pemanfaatan E-Learning.

4.ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Seperti yang telah kita ketahui, pembelajran melalui e-learning dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan atau materi, peserta didik dengan dosen atau guru maupun sesama peserta didik. Melalui E-learning peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena peran guru diambil alih oleh komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh "contents writer", designer e-learning dan pemrogram komputer.

Dengan adanya e-learning para guru atau dosen akan lebih mudah :
•melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir
•mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya
•mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid atau dosen dengan mahasiswa telah menghilang dari ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

5.Kesimpulan

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-learning juga berpengaruh terhadap pendidikan karena dengan e-learning murid atau mahasiswa dapat mendownload materi pelajaran dan dapat melakukan pembelajaran tanpa bertemu secara langsung atau tatap muka dengan dosen. Tapi dengan demikian dosen dan mahasiswa akan jarang bertatap muka dalam proses pembelajaran. Jadi e-learning mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik, http://1001farchan.blogspot.com/2010/05/komponen-e-learning.html, http://yaalona.blogspot.com/2010/03/bab-1-latar-belakang-masalah.html

Minggu, 09 Oktober 2011

Telematika

1.Teori Telematika

Dibawah ini ada beberapa pengertian telematika, antara lain :
•Kata telematika berasal dari suatu istilah dalam bahasa Perancis yaitu TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang muncul dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam buku yang berjudul L’informatisation de la Societe pada tahun 1978.

•Sedangkan Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan gabungan dari dua kata yaitu dari kata “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Selain itu istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital.

•Menurut pak Moedjiono makna TELEMATIKA merupakan konvergensi dari
Tele yang artinya ”Telekomunikasi”, ma artinya ”Multimedia” dan tika artinya ”Informatika” .

Ketiga pengertian telematika diatas merupakan pengertian telematika menurut para ahli sehingga dapat disimpulkan bahwa kata telematika berasal dari bahasa perancis yaitu telematique yang berarti teknologi informasi komunikasi.

2. Conton Telematika
Salah satu contoh telematika yaitu E-learning.

Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis web atau situs. Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, mengecek jadwal ujian, dan mengirim naskah tugas dapat dilakukan. Peranan web kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, web bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

3.Perkembangan Telematika
Perkembangan telematika pada saat ini sudah semakin berkembang tanpa kita sadari telepon seluler atau handphone yang selalu kita bawa kemanapun kita pergi dan selalu digunakan setiap hari merupakan salah satu teknologi dari telematika. Dengan telepon seluler saja kita sudah bisa internetan hanya saja ada pihak-pihak tertentu yang salah menggunakan teknologi tersebut.


Sumber : http://cocom90.wordpress.com/2010/10/17/pengertian-telematika/ dan http://iyozdamnation.wordpress.com/2010/10/17/contoh-penerapan-telematika/

Senin, 09 Mei 2011

Proposal

1. Pengertian Proposal

Proposal merupakan suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan
standar. Selain itu proposal juga dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

2. ciri-ciri proposal yang baik

1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

3. Sistematika Proposal

1. Pendahuluan
a. Berisi tentang hal¬hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakan kegiatan tersebut.
b. Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari¬hari(nyata)
c. Point¬point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen S¬W¬O¬T yang telah dibahas sebelumnya.

2. Dasar Pemikiran
a. Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain¬lain
b. Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian

3. Tujuan
a. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
b. Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
Contoh :
¬Memperoleh kader¬kader KMHDI
¬ Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota
KMHDI

4. Tema
¬. Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut

5. Jenis Kegiatan
a. Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
b. Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar, Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6. Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran¬ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.
Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing¬masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata¬rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.

7. Sasaran/Peserta
¬. Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan
tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
¬. Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan
dilaksanakan kegiatan tersebut.

9. Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri

10. Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting¬penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11. Jadwal Kegiatan
a. Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah disusun sebelumnya
b. Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12. Penutup
a. Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak.
b. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
c. Terakhir, diikuti dengan lampiran

sumber : http://approdite1992.wordpress.com/2009/03/30/teknik-pembuatan-proposal/, http://chandil.wordpress.com/2007/05/02/definisi-proposal/, http://www.scribd.com/doc/7750045/Proposal

Laporan

Pengertian laporan
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan.pada dasarnya,fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.Kemudian,laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
Manfaat Laporan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Dasar-dasar Membuat Laporan:
1. Fungsi Informatif, Laporan bisa digunakan sebagai sumber informasi bagi pembacanya
2. Fungsi Pertanggung jawaban, Laporan merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penulis terhadap pembaca laporan / atasannya, atau tugas yang harus dan telah dilaksanakannya.
3. Fungsi Pengawasan, Dengan membaca laporan, seorang atasan bisa mengawasi bawahan serta tugas yang dilakukan bawahan tanpa harus melihat langsung.
4. Fungsi Pengambilan Keputusan, Laporan dari bawahan dapat digunakan oleh atasan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan. Juga berlaku untuk laporan koordinatif.

Macam-macam Laporan antara lain :
Laporan ada dua macam,yaitu laporan hasil penelitian Ilmiah dan laporan Teknis.
1.Laporan Ilmiah.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.
1.1. Masalah yang dibahas dalam tulisan ilmiah dapat berupa:
a.Hasil penelitian.
b.Hasil pengamatn.
c.Pengalaman nyata.
d.Hasil pemikiran.
1.2. Jenis Laporan Ilmiah.
a. Laporan Lengkap (Monograf).
b. Artikel Ilmiah.
c. Laporan Ringkas (Summary Report).

1.3. Sistematika Laporan Ilmiah.
a. Judul.
b. Daftar Isi.
c. Prakata.
d. Pendahuluan.
e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
f. Pengutipan.
g. Referensi.
h. Catatan Kaki.
i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.
j. Bibliografi.
k. Lampiran.
l. Indeks.

2. Laporan Teknis.
laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan,paham,serta hasil pemikiran dan penelitian.

2.1. Tujuan Laporan Teknis.
Budaya lapor melapor merupakan sesuatu yang dianggap penting oleh berbagai kalangan,baik pemerintahan maupun swasta.Tujuannya adalah agar pelaksanaan tugas yang dipercayakan kepada si petugas dapat segera diketahui oleh pihak yang menugasinya.
2.3. Manfaat Penyusunan Laporan Teknis.
a. Memberikan Keterangan.
b. Memulai Suatu Kegiatan.
c. Mengkoordinasi Suatu Kegiatan.
d. Merekam Pelaksanaan Kegiatan.
2.4. Kesempurnaan Laporan Teknis.
a. Ringkas.
b. Lengkap.
b. Logis.
c. Sistematis.
d. Lugas.

2.5. Sistematika LaporanTeknis.
a. Bagian Awal.
Kulit luar laporan teknis.
Halaman judul laporan teknis.
Kata pengantar/Prakata.
Daftar isi.
Daftar tabel.
Daftar gambar,grafik,diagram(jika ada).
b. Batang Tubuh.
Pendahuluan.
Pembahasan/uraian.
Simpulan/penutup.
c. Bagian Akhir.
Daftar pustaka.
Lampiran.
Sistematika Laporan
Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1.Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
a.Latar belakang kegiatan.
b.Dasar hukum kegiatan.
c.Apa maksud dan tujuan kegiatan.
d.Ruang lingkup isi laporan.
2.Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
a.Jenis kegiatan.
b.Tempat dan waktu kegiatan.
c.Petugas kegiatan.
d.Persiapan dan rencana kegiatan.
e.Peserta kegiatan.
f.Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
g.Kesulitan dan hambatan.
h.Hasil kegiatan.
i.Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.
3.Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Laporan diusahakan agar :
a.Singkat dan padat.
b.Runtut atau sistimatis.
c.Mudah dipahami isinya.
d.Isinya lengkap.
e.Menarik penyajiannya.
f.Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya.
g.Tepat pada waktunya.
Lain – lain.
a. Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti, surat-surat keterangan dan sebagainya ( copy )
b. Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang pernah diajukan.
c. Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor dll )

sumber: http://www.pramukanet.org/index.php?option=com_content&task=view&id=396&Itemid=100 dan http://nurad1k.blogspot.com/2010/02/teknik-penulisan-laporan.html