Senin, 28 Maret 2011

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data ada empat antara lain :

1.Teknik wawancara

wawancara merupakan suatu percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format Tanya jawab yang terencana.

Keuntungan teknik wawancara yaitu :
•Pewawancara dapat mengembangkan pertanyaan
•Memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka
•Pewawancara dapat melihat kebenaran jawaban melalui gerak-gerik dan raut wajah yang diwawancarai

Kerugian teknik wawancara, yaitu :
•Tergantung dari kepandaian orang yang mewawancarai
•Membutuhkan waktu yang cukup lama
•Dapat mengganggu orang yang akan diwawancarai

Pertanyaan untuk wawancara :
•Hindari pertanyaan yang sifatnya mengkritik
•Hindari pertanyaan yang bisa menakutkan yang diwawancarai
•Jangan memasukkan pendapat pribadi
•Gunakan bahasa yang baik, sopan dan jelas
•Hindari pertanyaan yang terlalu panjang maupun berbelit-belit

Mempersiapkan wawancara :
•Terlebih dahulu tentukan waktu wawancara
•Utarakan maksud wawancarai
•Buat jadwal wawancara
•Aturlah pertemuan dengan orang yang akan diwawancarai


Melakukan wawancara :
•Terlebih dahulu memperkenalkan diri
•Menjelaskan apa tujuan dan maksud wawancara
•Menjelaskan peranan yang akan diberikan oleh orang yang akan diwawancarai
•Hilangkan kesan mengintrogasi
•Jagalah agar wawancara tetap berjalan dengan santai dan tenang
•Diakhir wawancara , bacakanlah rangkuman dari hasil wawancara
•Dan jangan lupa mengucapkan terima kasih

2.Teknik observasi

Observasi merupakan pengamatan langsung yang dilakukan pada suatu kegiatan yang sedang dilaksanakan

Keuntungan observasi yaitu :
•Analisis system dapat mengukur tingkat dari suatu pekerjaan
•Cenderung mempunyai keandalan yang tinggi
•Analisis system dapat melihat langsung apa yang sedang dikerjakan
•Analisis sitem dapat menggambarkan tata letak fisik dari kegiatan-kegiatan

kekurangan observasi yaitu ;
•Dapat mengganggu kerja yang dilakukan
•Orang yang diamati biasanya cenderung melakukan pekerjaan yang lebih baik dan sering menutup-nutupi kejelekan
•Biasanya orang yang kita amati terkadang merasa terganggu
•Pekerjaan yang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat kesulitan

Petunjuk melakukan observasi yaitu :

•Yang harus dilakukan adalah
*merencanakan terlebih dahulu observasi yang akan dilakukan
*mintalah ijin terlebih dahulu dari manejer setempat
*low profile
*lengkapilah catatan selama observasi berlangsung

•Yang tidak harus dilakukan adalah
*jangan membuat asumsi sendiri
*tidak menekankan pekerjaan yang tidak penting
*mengganggu kerja individu yang diobservasi

3.Teknik quisioner

Teknik quisioner merupakan suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan.

Keuntungan quisioner yaitu :
•Responden tidak merasa terganggu
•Daftar pertanyaan baik untuk sumber data yang banyak
•Daftar pertanyaan relative lebih efisien untuk sumber data yang banyak

Kerugian quisioner yaitu :
•Daftar pertanyaan cenderung tidak fleksibel
•Daftar pertanyaan tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan
•Pengumpulan sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama dengan daftar pertanyaan

Petunjuk membuat daftar pertanyaan yaitu :
•Rencanakan terlebih dahulu fakta-fakta yang ingin dikumpulkan
•Tentukan tipe dari daftar pertanyaan
•Tuliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan
•Uji daftar pertanyaan ini kepada responden yang kecil terlebih dahulu

4.Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel merupakan pemilihan sejumlah item tertentu dari seluruh item yang ada dengan tujuan mempelajari sebagian item tersebut untuk mewakili seluruh itemnya.

Cara pengambilan sampel antara lain :
•Secara keputusan (judgemental sampling)
•Secara static (statistic sampling)
•Secara random (judgemental sampling)
•Secara sistematik (statistic sampling)
•Secara bertingkat (stratified sampling)


Sumber : www.gangsir.com/download/5-TeknikPengumpulanData.pdf

Minggu, 20 Maret 2011

Tahapan-tahapan pembuatan karya ilmiah

Tahapan-tahapan Pembuatan Karya Ilmiah
Sebelum ingin menulis suatu karya ilmiah, ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui dan memperhatikan tahapan-tahapan dalam penulisan karya ilmiah.
Dimana dalam penyusunan karya ilmiah ada beberapa tahap, antara lain :

1.Tahap Persiapan.

Dalam tahap persiapan dilakukan:

a. Pemilihan masalah atau topik dan mempertimbangkan
- Topik apa yang akan di pilih dan topic tersebut merupakan topik yang ada di sekitar penulis.
- Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yang ada.
- Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas.
- Memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi.
- Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit.
- Harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi.
b. Pembatasan topik atau penentuan judul
- Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah dilakukan.
- Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisn karya ilmiah atau setelah selesai penulisan karya ilimiah tersebut.
- Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandungunsure 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).
c.Pembuatan kerangka karangan (outline)
- Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan.
- Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.
- Pembuatan rencana daftar isi dari karya ilmiah.

2. Tahap Pengumpulan Data

a.Pencarian keterangan dari bahan bacaan atau referensi.
b.Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.
c.Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.
d.Melakukan percobaan di labolatorium atau pengujian data di lapangan.

3.Tahap Pengorganisasian dan pengkonsepan

a.Pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang akan temasuk dalam karya ilmiah, data yang telah terkumpul diseleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data.
b.Pengkonsepan karya ilmiah dilakuakn sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan.

4.Tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep

dimana tahap ini bertujuan untuk :
a.Melengkapi data yang dirasa masih kurang lengkap.
b.Membuang dan mengedit data yang dirasa tidak relevan .
c.Mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang.
d.Mengedit setiap bahasa yang ada dalam karya ilmiah untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan kaidah ejaan sesuai EYD.

5.Tahap Penyajian

Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :
- Segi kerapian dan kebersihan.
- Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal padahalaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
- Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, missal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.


Sumber : http://rdenanda.blogspot.com/2010/03/tahapan-pembuatan-karya-ilmiah.html

Minggu, 13 Maret 2011

Metode ilmiah

Metode ilmiah
Metode ilmiah merupakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang telah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis .
Menurut Almadk (1939),” metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
Sedangkan Ostle (1975) berpendapat bahwa metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.”

KRITERIA METODE IMIAH
agar suatu metode yang digunakan dalam suatu penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria antara lain :

1.Berdasarkan Fakta

Keterangan yang diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan maupun yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.

2.Bebas dari Prasangka

mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.

3.Menggunakan Prinsip Analisa

Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

4.Menggunakan Hipotesa

Peneliti dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

5.Menggunakan Ukuran Obyektif

Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa, mengira-ngira atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif .

6.Menggunakan Teknik Kuantifikasi

Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating


sumber : http://iyozdamnation.wordpress.com/2010/03/27/metode-ilmiah/